Diselah-selah
matahari pagi ku menyempatkan diriku untuk keluar rumah . Terlintas difikiranku
ternyata aku mau membeli bunga untuk menghiasi kamar ku. Akupun menuju toko
bunga.. Aku melihat bunga berwarna merah jambu, sangat cantik. Dan bunga itu
hanya tersisa satu. Akupun langsung mengambil dengan lembut bunga itu.
Dengan
sigap ada seorang cowok yang memegang bunga yang ku pegang dan dia berkata "iya
bunga ini sangat cantik" aku juga mau tapi hanya satu, kamu tidak keberatan
kan kalau aku mengambil bunga ini?"
Aku terdiam sejenak..
Cowok itu bertanya lagi
"kamu mau bunga ini juga? Aku sangat butuh nih. Aku
mau ngasih bunga ini ke cewek yang aku suka"
Lalu aku mengunjungi sebuah resto yang terkenal dengan
kelezatan makanannya,.. Lalu aku menunggu pelayan membawa makanan kemejaku.
selang beberapa waktu pelayan membawa makanan yang telah ku pesan. Seketika
itu aku menoleh kearah luar yang kaca restoran itu transparan. Aku melihat muka
seorang cowok yang sepertinya tak asing olehku. -Dan ternyata itu adalah
seorang cowok yg tadi aku lihat di toko bunga itu .. Tak ku kira ternyata dia
masuk ke resto tempat aku makan dan menghampiri ku-
"hei kamu, iya kamu, kamu kan
yang pernah ada di toko bunga itu? yang pernah bunganya aku ambil karna aku
butuh banget?"hmm iya iya, ketemu lagi kita disini" Tanya ku
"Iya
nih aku lapar jadinya gara2 aku ditolak sama cewek yang aku suka" Jawab Cowok itu
"lho kok
gitu? bukannya kalau di tolak sedih malah nafsu makan" Balas ku
Lalu
di sana kami berdua asik berbincang ,, dia bernama Rifai ..dan tak lama kami
berdua saling bertukar no Hp ..
Setelah
satu bulan lebih kita berkenalan, dia pun menyatakan cinta kepadaku, aku Juga
gak memungkiri aku juga mempunyai perasaan yg sama..
Tahun
telah berlalu ditepi danau aku duduk sambil melempar batu batu kerikil ke danau
tiba-tiba mataku ditutup oleh sepasang tangan.
Akupun
membukanya dan dia adalah Rifai. Ia kekasih ku, hubunganku telah berjalan 2 tahun
lebih. Susah senang kami bersama....
Lalu
rifai berkata "hei ryn kok bengong aja sih kamu nanti kesambet hantu gimana
hayooo" *sambilmenghiburku*
"emang
bisa gitu hantu nyambar hantu hihi, gak kok aku cuman bingung saja"
jawabku ..
Kami
pun bercanda Ria di tepi danau itu dan sesekali Rifai manja kepadaku ..
Tidak
cukup sampai di situ kami juga membuat rumah pohon di tengah-tengah hutan yang
sangat indah,..
Rumah pohon ini adalah tempat dimana kita berdua istirahat dan berteduh.
Rumah pohon ini adalah tempat dimana kita berdua istirahat dan berteduh.
Ketika Kami
bermain kejar-kejaran, rifai merasa kepalanya pusing ..
, Lalu aku bertanya
"rif kamu
kenapa?" *bertanya dengan khawatir*
Rifai menjwb "gak rin aku gak
apa-apa" *sambil tersenyum dan duduk sejenak*
"kamu
istirahat dulu ya? kita naik ke rumah pohon kamu istirahat " jawabku
"iya" jwb rifai sedikit pucat ..
Akupun
merangkul Rifai dan naik ke rumah pohon untuk istirahat. Wajah Rifai sangat pucat
aku membelai rambutnya dan mencoba menenangkan dirinya------------
Setelah Rifai membaik, Rifai menjemputku di rumah dan kita pergi lagi ke rumah pohon,
rumah pohon itu seakan istana buat kita berdua. Kamipun
bermain basket, kita bermain tidak serius, selalu saja ada yang mengalah dan
rifai sangat suka membuatku tertawa.
Lalu kami mulai bermain basket ,disana kami
bermain dengan penuh candaan dan sesekali Rifai bersifat manja kepadaku .. Tiba-tiba
hujan mengguyur dan menyerbu kami, kami segera naik ke rumah pohon dan mencoba
menghangatkan diri..
Ketika di rumah pohon, Rifai meminjam kan jaketnya agar aku tidak kedinginan .. Lalu rifai
merangkulku.. Disaat itu aku sangat nyaman dan
tentram berada di dekatnya sedangkan hujannya sangat lebat, Dan rifai
mengajakku mengukir nama ku dan dia di pohon ..
Lalu
rifai berkata "kamu mau gak ngukir nama kita dipohon ini? Supaya abadi
gitu"
"Ah kamu kayak sinetron aja hihi" jawabku ..
Lalu
rifai berkata "Rin kalau aku pergi, kamu jangan sedih ya"
aku
menjawab "Kok kamu ngomong gitu?"
"gak kok ryn, aku cuman bcanda" Jawab Rifai
Lalu rifai menceritakan sesuatu barang
miliknya yang begitu sangat ia sukai dan selalu bawa kemana-mana. Rifai
menunjukan barang nya kepadaku ,itu sebuah buku Diary yang slalu dia bawa kemanapun
dan dia slalu mencatat kejadian2 yang dia alami.
Keesokan
harinya
-aku berniat menghubungi rifai tetapi handphone ku berdering sebelum
ku meghubungi rifai-
"Hallo
ini siapa?" tanyaku
"Ini tante nak" dengan nada yang sedikit menahan
tangisan, "Rifai masuk rumah sakit"
Sontak aku pun kaget ..
Akupun
menutup telfon dan langsung bergegas ke rumah sakit sesampai di rumah sakit aku
langsung menuju kamar dimana rifai di rawat..
Aku
membuka pintu perlahan dan melihat rifai terbaring lemah tidak sadarkan diri..
"Assalamualaikum
tante?" *membuka pintu dengan mata yang berkaca-kaca*
"Wa'alaikumsalam
nak"
"Tante.. Rifai kenapa??" Tanyaku
*dengan
wajah pucat aku bertanya dan airmataku hampir jatuh*
"Rifai nak... Sebenarnya dia"
"Rifai kenapa tante? Rifai kenapa?!" Tanyaku
..
Lalu
mamahnya rifai menjawab "Rifai mengidap kanker otak, udah stadium akhir
nak. Sekarang dia koma"
Sontak
aku terkaget ,lalu aku bertanya "kenapa tante juga gak ngasih tau
aku!" *airmataku mulai membanjiri pipi*
Mama
rifai mnjawb "maafin tante nak, dia tidak mau kamu sedih. jadi tante
sembunyiin ini dari kamu maafin tante, ryrin"
Dan
dokterpun berkata bahwa Rifai hidup hanya tinggl hitungan hari saja ..
Aku tak
sanggup menahan derasnya air mata ini ..
Beberapa
minggu pun Rifai tak kunjung sadarkan diri, tapi aku selalu setia menemani Rifai
di rumah sakit ..
Lalu
aku membisikkan kalimat ditelinganya "Rifai, kamu mimpi apa? Kamu kok lama
bangunnya? Apa kamu mimpiin aku jadi kamu gak mau bangun ya? Rifai
bangun ya.. Mama kamu, papa dan keluarga kamu ,juga aku kangen sama kamu, kami
disini selalu jagain kamu Rif. Rifai?Aku Sayang Kamu"
Sudah
mencapai sebulan Rifai tak sadarkan diri, dokter bilang 1 atau 2 hari lagi dia
tidak siuman dia tidak bisa tertolong lagi, aku ga percaya. Aku
terjatuh duduk dan berderai air mata aku tak percaya. Terdiam aku berdoa kepada
Tuhan dan memohon ..
"Tuhan
tolong selamatkan dia, aku sayang dia, hanya dia yang bisa membuat ku
sering tertawa, dia yang selalu ada disetiap aku butuh dia"
Dan
rifai pun akhirnya meninggalkan aku, aku sangat terpukul
sekali ..
Hidupku
sangat sepi dengan meninggalnya Rifai. Rumah pohon berdebu, dan tak pernah
terurus lagi.
Aku
mencoba beranjak dari tempat tidurku dan pergi ke rumah pohon tersebut,
sesampai disana aku melihat sekeliling rumah itu tampak
kotor. Akupun naik ke pohon itu lalu aku melihat sebuah buku kecil yang pernah
rifai perlihatkan ke aku.
Aku
membersihkan buku itu dari debu dan sebelum ku membukanya terdengar angin yang
sangat kencang dari arah luar, aku tak tahu kenapa.
beberapa
menit kemudian pun angin itu kembali tenang.
"Ryrin" *suara yang tak
asing olehku*
"Siapa yang memanggilku??" *tanyaku dalam hati*
"Siapa yang memanggilku??" *tanyaku dalam hati*
Karna penasaran, aku mencari suara itu dan suara itu muncul lagi
dengan jelasnya "ryrin aku disini"....
Setelah
aku mencari aku tak menemukannya, aku berdiri dan berbalik. Ternyata didepanku sudah
berdiri sosok cowok
aku
kaget, sangat kaget! Dia sangat sedih melihatku ...
"Rifai? Kamu Rifai? Rif kamu kemana saja? Aku kangen sama kamu rif dan kepala kamu kamu
kenapa?" *menangis*
"Aku jagain kamu ryn...
Maafin aku ryn aku pergi dan gak bisa kembali
lagi. aku cuman mau bilang aku sayang kamu"
"Tapi.. Rif jangan pergi dulu" *mengejar bayangan rifai*
Berteriak di tanganku
terdapat bercak darah bertuliskan RR yang Berarti Ryrin dan Rifai.
Aku
kaget bercampur sedih, dia tak ingin aku menangis lagi, dia ingin aku selalu
tersenyum...
Setiap
ku mmbuka buku tuk menulis dia selalu ada di sampingku menemani meski ku tak
melihat sosoknya tapi ia sllu ku rasakan hadir disampingku
Tamaaat
.. Cerita Love story .Trimakasiih :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar