Sabtu, 11 Januari 2014

Love Story by Nur chairunnisa




Diselah-selah matahari pagi ku menyempatkan diriku untuk keluar rumah . Terlintas difikiranku ternyata aku mau membeli bunga untuk menghiasi kamar ku. Akupun menuju toko bunga.. Aku melihat bunga berwarna merah jambu, sangat cantik. Dan bunga itu hanya tersisa satu. Akupun langsung mengambil dengan lembut bunga itu. 

Dengan sigap ada seorang cowok yang memegang bunga yang ku pegang dan dia berkata "iya bunga ini sangat cantik" aku juga mau tapi hanya satu, kamu tidak keberatan kan kalau aku mengambil bunga ini?"

Aku terdiam sejenak.. 

Cowok itu bertanya lagi
"kamu mau bunga ini juga? Aku sangat butuh nih. Aku mau ngasih bunga ini ke cewek yang aku suka"


 Lalu aku mengunjungi sebuah resto yang terkenal dengan kelezatan makanannya,.. Lalu aku menunggu pelayan membawa makanan kemejaku. selang beberapa waktu pelayan membawa makanan yang telah ku pesan. Seketika itu aku menoleh kearah luar yang kaca restoran itu transparan. Aku melihat muka seorang cowok yang sepertinya tak asing olehku. -Dan ternyata itu adalah seorang cowok yg tadi aku lihat di toko bunga itu .. Tak ku kira ternyata dia masuk ke resto tempat aku makan dan menghampiri ku-

"hei kamu, iya kamu, kamu kan yang pernah ada di toko bunga itu? yang pernah bunganya aku ambil karna aku butuh banget?"hmm iya iya, ketemu lagi kita disini" Tanya ku

"Iya nih aku lapar jadinya gara2 aku ditolak sama cewek yang aku suka" Jawab Cowok itu

"lho kok gitu? bukannya kalau di tolak sedih malah nafsu makan" Balas ku

 Lalu di sana kami berdua asik berbincang ,, dia bernama Rifai ..dan tak lama kami berdua saling bertukar no Hp ..

Setelah satu bulan lebih kita berkenalan, dia pun menyatakan cinta kepadaku, aku Juga gak memungkiri aku juga mempunyai perasaan yg sama..

Tahun telah berlalu ditepi danau aku duduk sambil melempar batu batu kerikil ke danau tiba-tiba mataku ditutup oleh sepasang tangan.
Akupun membukanya dan dia adalah Rifai. Ia kekasih ku, hubunganku telah berjalan 2 tahun lebih. Susah senang kami bersama....

Lalu rifai berkata "hei ryn kok bengong aja sih kamu nanti kesambet hantu gimana hayooo" *sambilmenghiburku*

"emang bisa gitu hantu nyambar hantu hihi, gak kok aku cuman bingung saja" jawabku ..

Kami pun bercanda Ria di tepi danau itu dan sesekali Rifai manja kepadaku ..
Tidak cukup sampai di situ kami juga membuat rumah pohon di tengah-tengah hutan yang sangat indah,..
Rumah pohon ini adalah tempat dimana kita berdua istirahat dan berteduh.

Ketika Kami bermain kejar-kejaran, rifai merasa kepalanya pusing ..
 , Lalu aku bertanya
"rif kamu kenapa?" *bertanya dengan khawatir*

Rifai menjwb "gak rin aku gak apa-apa" *sambil tersenyum dan duduk sejenak*

"kamu istirahat dulu ya? kita naik ke rumah pohon kamu istirahat " jawabku

"iya" jwb rifai sedikit pucat ..

Akupun merangkul Rifai dan naik ke rumah pohon untuk istirahat. Wajah Rifai sangat pucat aku membelai rambutnya dan mencoba menenangkan dirinya------------

Setelah Rifai membaik, Rifai menjemputku di rumah dan kita pergi lagi ke rumah pohon, rumah pohon itu seakan istana buat kita berdua. Kamipun bermain basket, kita bermain tidak serius, selalu saja ada yang mengalah dan rifai sangat suka membuatku tertawa.

Lalu kami mulai bermain basket ,disana kami bermain dengan penuh candaan dan sesekali Rifai bersifat manja kepadaku .. Tiba-tiba hujan mengguyur dan menyerbu kami, kami segera naik ke rumah pohon dan mencoba menghangatkan diri..

Ketika di rumah pohon, Rifai meminjam kan jaketnya agar aku tidak kedinginan .. Lalu rifai merangkulku.. Disaat itu aku sangat nyaman dan tentram berada di dekatnya sedangkan hujannya sangat lebat, Dan rifai mengajakku mengukir nama ku dan dia di pohon ..

Lalu rifai berkata "kamu mau gak ngukir nama kita dipohon ini? Supaya abadi gitu"

"Ah kamu kayak sinetron aja hihi" jawabku ..

Lalu rifai berkata "Rin kalau aku pergi, kamu jangan sedih ya"

aku menjawab "Kok kamu ngomong gitu?"

"gak kok ryn, aku cuman bcanda" Jawab Rifai

Lalu rifai menceritakan sesuatu barang miliknya yang begitu sangat ia sukai dan selalu bawa kemana-mana. Rifai menunjukan barang nya kepadaku ,itu sebuah buku Diary yang slalu dia bawa kemanapun dan dia slalu mencatat kejadian2 yang dia alami.

Keesokan harinya
-aku berniat menghubungi rifai tetapi handphone ku berdering sebelum ku meghubungi rifai-

"Hallo ini siapa?" tanyaku
 
"Ini tante nak" dengan nada yang sedikit menahan tangisan, "Rifai masuk rumah sakit"
Sontak aku pun kaget ..
Akupun menutup telfon dan langsung bergegas ke rumah sakit sesampai di rumah sakit aku langsung menuju kamar dimana rifai di rawat..
Aku membuka pintu perlahan dan melihat rifai terbaring lemah tidak sadarkan diri..

"Assalamualaikum tante?" *membuka pintu dengan mata yang berkaca-kaca*

"Wa'alaikumsalam nak"

"Tante.. Rifai kenapa??" Tanyaku
*dengan wajah pucat aku bertanya dan airmataku hampir jatuh*

"Rifai nak... Sebenarnya dia"

"Rifai kenapa tante? Rifai kenapa?!" Tanyaku ..

Lalu mamahnya rifai menjawab "Rifai mengidap kanker otak, udah stadium akhir nak. Sekarang dia koma"

Sontak aku terkaget ,lalu aku bertanya "kenapa tante juga gak ngasih tau aku!" *airmataku mulai membanjiri pipi*

Mama rifai mnjawb "maafin tante nak, dia tidak mau kamu sedih. jadi tante sembunyiin ini dari kamu maafin tante, ryrin"

Dan dokterpun berkata bahwa Rifai hidup hanya tinggl hitungan hari saja ..
Aku tak sanggup menahan derasnya air mata ini ..

Beberapa minggu pun Rifai tak kunjung sadarkan diri, tapi aku selalu setia menemani Rifai di rumah sakit ..
Lalu aku membisikkan kalimat ditelinganya "Rifai, kamu mimpi apa? Kamu kok lama bangunnya? Apa kamu mimpiin aku jadi kamu gak mau bangun ya? Rifai bangun ya.. Mama kamu, papa dan keluarga kamu ,juga aku kangen sama kamu, kami disini selalu jagain kamu Rif. Rifai?Aku Sayang Kamu"
 
Sudah mencapai sebulan Rifai tak sadarkan diri, dokter bilang 1 atau 2 hari lagi dia tidak siuman dia tidak bisa tertolong lagi, aku ga percaya. Aku terjatuh duduk dan berderai air mata aku tak percaya. Terdiam aku berdoa kepada Tuhan dan memohon ..
"Tuhan tolong selamatkan dia, aku sayang dia, hanya dia yang bisa membuat ku sering tertawa, dia yang selalu ada disetiap aku butuh dia" 
Dan  rifai pun akhirnya meninggalkan aku, aku sangat terpukul sekali ..
Hidupku sangat sepi dengan meninggalnya Rifai. Rumah pohon berdebu, dan tak pernah terurus lagi.

Aku mencoba beranjak dari tempat tidurku dan pergi ke rumah pohon tersebut, sesampai disana aku melihat sekeliling rumah itu tampak kotor. Akupun naik ke pohon itu lalu aku melihat sebuah buku kecil yang pernah rifai perlihatkan ke aku.

Aku membersihkan buku itu dari debu dan sebelum ku membukanya terdengar angin yang sangat kencang dari arah luar, aku tak tahu kenapa.
beberapa menit kemudian pun angin itu kembali tenang.
"Ryrin" *suara yang tak asing olehku*
"Siapa yang memanggilku??"  *tanyaku dalam hati*
Karna penasaran, aku mencari suara itu dan suara itu muncul lagi dengan jelasnya "ryrin aku disini"....
Setelah aku mencari aku tak menemukannya, aku berdiri dan berbalik. Ternyata didepanku sudah berdiri sosok cowok
aku kaget, sangat kaget! Dia sangat sedih melihatku ...

"Rifai? Kamu Rifai? Rif kamu kemana saja? Aku kangen sama kamu rif dan kepala kamu kamu kenapa?" *menangis*

"Aku jagain kamu ryn...
Maafin aku ryn aku pergi dan gak bisa kembali lagi. aku cuman mau bilang aku sayang kamu"



"Tapi.. Rif jangan pergi dulu" *mengejar bayangan rifai*
Berteriak di tanganku terdapat bercak darah bertuliskan RR yang Berarti Ryrin dan Rifai.

Aku kaget bercampur sedih, dia tak ingin aku menangis lagi, dia ingin aku selalu tersenyum...
Setiap ku mmbuka buku tuk menulis dia selalu ada di sampingku menemani meski ku tak melihat sosoknya tapi ia sllu ku rasakan hadir disampingku
Tamaaat .. Cerita Love story .Trimakasiih :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar